Rabu, 07 Februari 2018

Tempuh 22 Jam Menuju Asmat, Tim UGM Bermalam di Sarang Buaya



BeritaIndonesia.co - Sebanyak 71 orang meninggal akibat gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua, membuat sivitas akademika Universitas Gadjah Mada atau UGM terketuk untuk menangani Kejadian Luar Biasa (KLB) tersebut.

Untuk itu, UGM mengirimkan dosen terbaiknya menuju Asmat untuk membantu penanganan masalah gizi buruk yang menderita anak-anak Asmat. Namun, kesulitan menembus pulau tersebut dirasakan oleh akademisi yang tergabung dalam Tim Disaster Response Unit (DERU) ini.
Kamis, 25 Januari 2018, menjadi hari yang akan dikenang oleh tujuh dosen UGM. Mereka harus memutar otak untuk melakukan aksi kemanusiaan di Asmat yang tengah dilanda gizi buruk.

Hari itu, ketujuhnya berada di Kabupaten Mimika, Papua. Dua orang sebelumnya telah lebih dahulu tiba di Mimika dua hari sebelumnya, yaitu Sekretaris Direktorat Pengabdian Masyarakat UGM, Rachmawan Budiarto, dan Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat, Nanung Agus Fitriyanto.

Kemudian disusul Hendro Wartatmo Dokter Spesialis Bedah, dosen FK UGM, Fita Wirastuti yang juga dokter anak RSA UGM, dan tiga dosen lainnya. Kamis pagi, para akademisi ini memutuskan untuk menempuh jalur laut setelah anggaran yang dibawanya tidak mencukupi untuk menyewa pesawat yang dibanderol Rp 42 juta untuk membawa mereka ke Asmat.

Lewat laut, mereka merogoh kocek yang lebih murah, yaitu Rp 20 juta, untuk menyewa longboard atau sejenis perahu bermesin dua yang termasuk perahu tradisional. Dari Mimika, tim kemudian bertolak menuju Pelabuhan Pomako dengan harapan bisa berangkat pagi.

Namun di luar perkiraan, penyedia jasa sewa perahu masih harus mencari satu buah mesin perahu lagi serta membeli bahan bakar di Kota Mimika. Praktis pukul 14.00 WIT, perahu tradisional itu perlahan mulai menjauhi dermaga Pomako.

"Informasinya hanya empat jam, bayangan kami tidak sampai malam tiba di sana," ungkap Rachmawan Budiarto saat menceritakan kisah di hadapan wartawan Solopos.com, di Ruang Direktorat Humas UGM, Senin, 5 Februari 2018.
Next article Next Post
Previous article Previous Post