Selasa, 06 Februari 2018

Ini Alasan Ketua BEM UI Tolak Diberangkatkan Jokowi ke Asmat



Bruniq.com - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Zaadit Taqwa dikabarkan menolak untuk diberangkatkan ke Asmat oleh Presiden Jokowi. Hal itu jika menggunakan biaya negara. Namun dirinya memilih berangkat sendiri dengan menggunakan biaya yang berasal dari fundraising atau penggalangan dana.

"Jangan sampai uang negara cuma digunakan untuk memberangkatkan mahasiswa. Biarkan kami menggunakan uang kami sendiri untuk berangkat ke Asmat," kata Zaadit Selasa (6/2/2018).
Zaadit menjelaskan, keberangkatan pihaknya atas nama BEM UI dan BEM fakultas se-UI telah berkoordinasi dan akhirnya menghimpun dana lewat situs penggalangan dana di internet. Adapun, dana yang terkumpul sudah mencapai Rp 41 juta.

"Kita ingin berangkat pakai jalan mahasiswa. Melalui fundraising, kami mengumpulkan donasi pemberangkatan," kata Zaadit dalam keterangan di Jakarta, hari ini.

Oleh karena itu, dia menyarankan uang yang sedianya bakal dialokasikan untuk pemberangkatan mahasiswa ke Asmatdialihkan ke hal lain yang bisa mempercepat perbaikan kondisi di Asmat. Namun soal waktu berangkat dan berapa orang yang akan ke Asmat, Zaadit belum bisa memastikan.

"Kita masih mencari orang yang bisa memberangkatkan," kata Zaadit.

Target nilai nominal donasi juga belum ditentukan. Rencananya, bila sudah mencapai Rp 50 juta, donasi akan diperpanjang lagi, namun batas maksimalnya belum dia tentukan.

"Kita perlu berkoordinasi juga dengan banyak orang dan banyak pihak," ujar Zaadit.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Presiden Jokowimerespons soal aksi pemberian kartu kuning dari Zaadit ke dirinya. Salah satu sorotan Zaadit adalah soal problem gizi buruk di Asmat. Jokowi mungkin akan mengirim yang bersangkutan ke Asmat, Papua.

"Mungkin nanti, mungkin nanti, mungkin nanti ya, saya akan kirim, mungkin ketua dan anggota-anggota di BEM ke Asmat. BEM UI ya," kata presiden Jokowi kepada wartawan di Pondok Pesantren Salafiyah Safi'iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (3/2) lalu.
Next article Next Post
Previous article Previous Post