
Bruniq.com - Terendamnya beberapa rumah di wilayah Pengadegan Timur 4, Pancoran, Jakarta Selatan, membuat beberapa warga harus menghentikan aktivitasnya. Mereka sengaja meliburkan diri karena takut barang berharga di rumahnya terendam banjir.
"Saya sih ngga kerja, tapi suami saya yang terpaksa libur. Karena kalo saya sendirian di rumah, saya ngga kuat buat mindahin barang-barang yang ada di dalam rumah," katanya Yati, 30, saat di temui JawaPos.com, Senin (5/2).
Yati mengatakan jika air tidak masuk dari dalam saluran air kamar mandi. Akan tetapi langsung dari sungai yang berada di dekat rumah. Sehingga langsung menggenangi rumah yang paling dekat dengan kali.
Menurut keterangan Yati, dia baru sekitar dua tahun tinggal di daerah Pengadegan. Sehingga ketika air telah naik dan menggenang dirinya akan menitipkan barangnya ke rumah warga yang tidak tergenang air.
"Numpang mas, barang-barang dititipin, tidur juga di rumah tetangga. Mereka sudah memahami, jadi kami saling bantu saja," lanjutnya sambil bersantai di depan rumah.
Selain itu warga disekitar juga telah terbiasa dengan keadaan seperti ini. Sehingga mereka sudah mahfum apa yang harus dilakukan sebelum barang-barang mereka hanyut terbawa arus air.
"Warga di sini sudah terbiasa. Mereka juga udah siap-siap kalo salah satu warga rumahnya sudah tergenang. Ya kalau sudah parah mereka akan mengungsi ke kecamatan," pungkasnya.
Pantauan JawaPos.com, aliran sungai Ciliwung terlihat begitu deras. Tidak hanya itu air juga terlihat membentuk pusaran karena kedalaman air yang berbeda.
Belum ada bantuan atau posko pengungsian yang terlihat. Mereka yang rumahnya tergenang, biasanya menumpang di rumah saudara atau menuju ke tempat yang lebih tinggi.
Air yang meluap sejak pukul 07.00 WIB menyebabkan beberapa warga harus menghentikan aktivitasnya. "Pak Anies ada banjir, dan belum ada posko nih," celetuk Lagimin, 45, salah seorang warga sekitar saat ditemui JawaPos.com di lokasi banjir, Senin (5/2).
Lagimin mengaku jika tanggul sebenarnya tidak jebol. Hanya saja air naik dan tiba-tiba meluap sehingga menggenangi rumah warga yang ada di sekitar kali ciliwung. "Mereka lagi masak, nyuci, sama seperti aktivitas biasa. Lalu tiba-tiba airnya masuk begitu saja," kata Lagimin.
