
BeritaIndonesia.co - Saat kampanye Pilkada DKI 2017lalu,Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berjanji untuk membuat sumur resapan di perumahan dan perkampungan warga. Hal itu disampaikan mereka sebagai salah satu solusi mengatasi banjir di ibukota.
Namun setelah terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, dalam 100 hari kerja Anies-sandi, rencana soal pembuatan sumur resapan ini tak terdengar lagi gaungnya.
Kini, Jakarta kembali dilanda banjir sejak Senin (5/2/2018) kemarin. Janji sumur resapan kembali ditanya awak media kepada Sandi, saat ia meninjau lokasi banjir di Gang Arus, Cawang Jakarta Timur, tadi malam.
"Ini didorong waktu itu membuat sumur resapan," kata Sandimenjawab pertanyaan awak media soal realisasi janjinya itu.
Sandi belum menjelaskan kapan dan bagaimana sumur resapan akan dibuat. Ia hanya menyebut jika pembuatan sumur resapan merupakan salah satu upaya memperlambat derasnya air. Sehingga dapat mengurangi air masuk ke permukiman warga.
"Ya ini, salah satu tantangan ke depan. Kita pikirkan bagaimana kita memperlambat derasnya aliran ini," papar politisi Gerindra itu.
Sebelumnya, di Pilkada DKI 2017 lalu, Anies mengungkapkan, jika terpilih menjadi gubernur, pihaknya akan membangun sumur resapan untuk memasukkan air hujan ke dalam tanah. Hal itu dilakukan untuk mengatasi banjir di Jakarta.
"Jadi secara umum pengelolaan air di Jakarta ini kita harus memperbanyak vertical drainase. Di mana air hujan itu semaksimal mungkin dimasukkan ke dalam tanah. Dan ini membutuhkan kerja yang besar, karena saat ini masih minim sekali usaha untuk memasukkan air ke dalam tanah," kataAnies di Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada (24/1/2017).
Rencana Anies itu disampaikan dengan alasan pemerintahan saat itu dalam menangani banjir mengalirkan air hujan ke laut. Padahal menurutnya memasukkan air ke dalam tanah adalah solusi yang lebih baik.
"Sebenarnya yang dibutuhkan justru air masuk ke dalam tanah. Karena itu yang akan kita lakukan memperbanyak sumur-sumur resapan. Dan sumur-sumur resapan ini adalah sumur resapan yang besar yang serius," tambahnya.
"Dengan begitu maka kita tidak saling melimpahkan air hujan, hari ini air hujan itu saling melimpahkan, dilimpahkan dari temat yang tinggi ke tempat yang rendah. Karena volumenya banyak, tidak mampu menampung, jadilah banjir," jelasnya.
