Kamis, 14 Desember 2017

Kisah AM Fatwa Pura-pura Sakit, Ambruk di Ruang Sidang Dan Sidang Di Batalkan, Lalu Cocokkan Dengan Gaya Permainan Setia Novanto Ini? Ngakak ...



BeritaIndonesia.co - Anggota DPD RI AM Fatwa meninggal dunia. Reza Indragiri, psikolog forenzik, mengaku punya kenangan tersendiri terhadap sosok AM Fatwa.

Reza mengaku teringat perjumpaan dengan almarhum AM Fatwa pada 2004 di ruang kerjanya di Gedung MPR/DPR. Reza berkesempatan menyimak kisah dramatis almarhum yang juga ada di buku biografinya.
"Almarhum bercerita, di penjara dia diazab habis-habisan. Sakit tak ketulungan tapi serunya, almarhum masih cukup sehat untuk bersiasat di persidangan," kenang Reza, Kamis (14/12).

Reza melanjutkan, tidak lama duduk di kursi terdakwa, Fatwa sengaja menguyung-uyungkan badannya. Lalu secara dramatis ambruk, jatuh ke ubin ruang sidang.

Dan yang paling seru, dia sengaja membiarkan sarungnya tersibak sedemikian lupa, sehingga tampaklah “bagian dalam”. Persidangan langsung ditutup.

"Terdakwa sukses mengelabui Yang Mulia!," kata Reza sambil tertawa.

"Malingering-kah itu? Episode di ruang sidang itu sepertinya partial malingering (pura-pura sakit, red). Memang sakit, tapi tanda-tanda kesakitannya dibikin heboh," tambahnya.

Menurut Reza, para politisi zaman now perlu belajar dari alm AM Fatwa. Yaitu menjadi anggota parlemen yang dekat pada agama, intelektual, berpihak ke rakyat, bersih, serta teguh pendirian.

"Kalau kebetulan tersangkut pidana, jadilah pesakitan yang cerdas dalam beratraksi malingering. Diare itu problemnya di perut dan saluran pembuangan, bos. Bukan di kuping, otak, dan kerongkongan!," seru Reza menyindir tingkah pola pejabat negara yang pura-pura sakit untuk menghindari proses hukum.

"Selamat jalan, Pak Fatwa. Malingering-mu di ruang sidang itu kuanggap sebagai salah satu jejak perjuanganmu. Semoga engkau bisa melalui persidangan Allah SWT dengan lancar dan surga sebagai imbalan dari-Nya. Amien!," pungkas Reza.
Next article Next Post
Previous article Previous Post