
BeritaIndonesia.co - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap, penyerapan anggaran dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2017, bisa mencapai 86 persen, atau lebih tinggi dari tahun lalu.
Saat 2016, di era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Dajrot Saiful Hidayat, penyerapan anggaran yakni sekitar 82,15 persen.
"Kami ingin menaikan dari tahun lalu. Jadi kita tadi diproyeksikan (penyerapan anggaran) mudah-mudahan bisa naik jadi 86 persen," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (18/12/2017).
Pernyataan Anies ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah. "Nanti akhir tahun prediksi kita akan 86 persen, nggak bisa 100 persen," ucap Sekertaris Daerah (Sekda), Saefullah di Balai Kota, Jakarta, Senin (18/12/2017).
Untuk itu, lanjut Saefullah, Pemprov DKI akan mempercepat upaya penyerapan anggaran. Namun demikian, pihaknya akan memperhatikan aturan yang berlaku, sehingga tidak berkesan dipaksakan atau mengada-ada hanya karena menjelang akhir tahun.
"Yang jelas proyek yang betul-betul sudah aman, jadi yang real tidak dipaksakan, karena sudah dipenghujung tahun jangan sampai nanti kesannya mengada-ada, nanti diakhir tahun di 31 Desember baru kelihatan," ungkapnya.
Saefullah menambahkan, ada beberapa faktor yang mengakibatkan lambatnya penyerapan anggaran, diantaranya efisiensi hasil lelang, beberapa proyek seperti rusun yang belum selesai, pun dengan kantor kelurahan juga belum rampung pengerjaannya.
"Khususnya untuk rusun, di Dinas Kesehatan, di Dinas Pendidikan, ada beberapa kantor kelurahan juga tidak selesai," tandas mantan Walikota Jakarta Pusat itu.
